UN Bali: Banyak Ditemukan Cetakan Kosong dan Ganda

Kompas.com - 29/03/2010, 09:33 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Kekisruhan ujian nasional atau UN di Bali belum berakhir. Jika pada UN tingkat SMA minggu lalu banyak terjadi soal ujian tertukar dan lembar jawaban rusak, pada UN SMP, Senin (29/3/2010) ini, ditemukan sejumlah cetakan kosong dan cetakan ganda dalam lembar soal ujian.

Berdasarkan pantauan sementara Kompas.com, kasus ini terjadi di dua kabupaten, yakni Karangasem dan Tabanan. Di SMP Negeri 2 Amlapura Karangasem terdapat dua set soal dengan cetakan kosong di halaman 6, 7, 10, 11, 14, 15, 18, 19 dan dua set soal dengan cetakan ganda, yakni soal halaman 1 terdapat juga di halaman 5.

Selain SMP Negeri 2, di SMP Negeri 1 Amlapura Karangasem juga ditemukan sejumlah cetakan kosong di dua ruang UN.

 "Setelah membuat berita acara, kami ambil soal cadangan untuk mengganti soal yang bermasalah tadi," ujar Ida Bagus Nyoman Japa, Kepala SMP Negeri 2 Amlapura.

Karena soal cadangan mencukupi untuk mengganti soal-soal yang rusak, pengawas ujian tidak perlu memfotokopi soal tersebut.

Selain di Karangasem, kasus cetakan kosong juga ditemukan di SMP Negeri 2 Kerambitan Tabanan. Satu set soal ditemukan delapan halaman kosong tanpa ada cetakan soal dan terpaksa diganti dengan soal cadangan.

Tidak ada penjelasan mengapa cetakan itu kosong. Juga tidak dijelaskan, apakah cetakan kosong itu sejak dari percetakan atau sejak dalam perjalanan saat pendistribusian ke sekolah-sekolah. Polisi juga belum turun tangan untuk menyelidiki keganjilan UN di Bali itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau